IBRANI 12:1-4
Karena kita
mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita
menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba
dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita
melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin
kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang
dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan
bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun
menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang
berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu
melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menanggung dosa kita. Darah-Nya tercurah demi keselamatan umat manusia. Setiap penderitaan dan kesengsaraan dilaluinya dengan taat dan tekun hingga Ia menyelesaikan misi-Nya itu. Kita sendiri, orang-orang berdosa, justru tidak sampai mencucurkan darah dalam perlombaan iman yang wajib kita ikuti. Tapi toh banyak orang percaya yang merasa lemah dan putus asa menjalani kekristenannya. Karena itu, supaya kita mendapatkan kekuatan kembali, Tuhan ingin agar kita memandang kepada Yesus yang bukan saja mengetahui tapi juga ikut merasakan kelemahan kita dan bahkan juga bisa menolong kita melalui masa-masa sulit dalam perjalanan iman kita (Ibrani 4:16; 2:18).
APA SAJA YANG DILALUI YESUS
Ketika Ia turun ke dunia menjadi manusia
untuk mengerjakan karya keselamatan, banyak sekali hal buruk yang menimpa-Nya.
Sejak sebelum dilahirkan, Ia sudah mengalami penolakan, yaitu pada waktu Yusuf
tidak dapat menerima kehamilan Maria, ibu yang melahirkan-Nya. Setelah Ia
tumbuh dewasa, saudara-saudara-Nya juga menolak Dia. Demikian pula dengan
orang-orang Farisi, para ahli Taurat, dan banyak orang lainnya. Mereka tidak
sekedar membenci Dia tapi juga berusaha untuk membunuh-Nya. Bahkan kedua
murid-Nya, orang-orang yang seharusnya menjadi orang terdekat-Nya pun melakukan
hal yang mengecewakan; Yudas Iskariot mengkhianati-Nya demi uang, sedangkan
Petrus menyangkal Dia.
Dari sekian banyak tantangan yang harus
dialami-Nya, dari sekian banyak orang yang dihadapi-Nya, tidak ada yang dapat
membuat Yesus gentar. Hanya ada satu-satunya hal yang sangat ditakutkan
oleh-Nya, yaitu ditinggalkan oleh Bapa. Itu yang dirasakan-Nya pada saat Ia
digantung di kayu salib. Meskipun demikian, Ia tetap menyelesaikan tugas-Nya.
Inilah yang menjadi alasan mengapa kita perlu memandang kepada Dia di saat kita
mulai merasakan lemah dan putus asa.
BELAJAR DARI PENGALAMAN BANGSA ISRAEL (Bilangan
21:4-9)
Bangsa Israel mulai merasa muak/bosan
dengan manna yang Tuhan berikan sebagai makanan harian mereka. Karena fokus
hidup mereka hanya berkisar masalah makanan/perut sehingga tidak dapat tahan
akan pencobaan maka mereka merasa berani
melawan Allah dan Musa. Sepanjang perjalanan di padang gurun mereka tidak dapat
melihat ke depan ke Kanaan yang Tuhan janjikan bagi mereka karena selalu
teringat masa lalu di belakang mereka di Mesir di tempat mereka bisa
mendapatkan banyak makanan yang lezat (Bilangan 11:5).
Akibat perlawanan mereka ialah hukuman.
Tuhan menghukum mereka dengan ular tedung yang mengakibatkan banyak orang
Israel mati terpagut. Setelah mereka menyadari kesalahan, Tuhan memberikan
pertolongan melalui ular tembaga yang dibuat Musa dan ditaruh pada sebuah
tiang. Setiap orang yang terpagut ular tidak akan mati jika melihat ular
tembaga itu.
Dari pengalaman mereka kita dapat belajar
bahwa melawan manna/Firman sama dengan melawan Allah. Demikian juga jika kita
melawan pemimpin yang diurapi-Nya, hal itu berarti juga melawan Dia yang
mengutus dan mengurapinya. Dampak pemberontakan ialah kematian. Tetapi jika
kita menyesali dan mengakui kesalahan kita maka Tuhan bersedia menolong kita.
Tembaga ialah gambaran penghukuman. Tuhan Yesus menjadi tebusan atas
penghukuman Allah atas dosa-dosa kita. Memandang kepada Yesus akan mendatangkan
keselamatan dan menghindarkan kita dari kematian akibat dosa, sama seperti
bangsa Isarel yang melihat kepada ular tembaga agar tetap hidup (Yohanes
3:14-15).
KESIMPULAN
Dengan memandang kepada Yesus maka kita
tidak akan mengalami kelemahan, kelelahan dan keputusasaan. Sebaliknya Ia akan
membawa iman kita semakin meningkat menuju kesempurnaan-Nya.
LINK IBADAH
SORE SELENGKAPNYA:
https://www.youtube.com/live/NTLtEjo_S9w?si=YVVAmCtZlWcTxDbF
0 Comments