PENTINGNYA HIDUP DALAM KETAATAN

IBADAH MINGGU SORE. 10 SEPTEMBER 2023

PDP. PATRICK BOLUNG


AMSAL 13:13

Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya,

tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

 

Sebagai orang yang percaya ketaatan bukan harus tapi seharusnya. Ini adalah harga mati. Disebut sebagai harga mati karena ketaatan adalah salah satu hal yang Tuhan kehendaki dari orang yang percaya bahwa Firman Tuhan mampu mengubahkan dan mendidik kita menjadi orang-orang yang luar biasa (2 Timotius 3:16). Tapi kenyataannya masih ada orang-orang percaya yang tidak sungguh-sungguh terhadap Firman Tuhan dan meremehkannya. Orang yang meremehkan sama dengan kurang percaya. Setiap orang yang meremehkan Firman akan menerima akibatnya.

 Tanda orang yang meremehkan Firman: senang dengan pujian manusia (ingin menyenangkan diri sendiri dan lupa untuk memuliakan Tuhan), senang mencari-cari alasan dan sering melemparkan tanggung jawab yang seharusnya ada padanya, suka mengurangi atau menambah perkataan Firman (Wahyu 22:18, Ulangan 12:32). Mereka akan mendapatkan malapetaka yang besar (Mazmur 107:10-12).

Mengapa kita harus taat? Supaya kita tidak dikuasai oleh hawa nafsu dunia dan iblis (1 Petrus 1:14). Orang yang taat akan memiliki kekuatan Firman sehingga tidak mudah dikalahkan. Ketaatan juga merupakan sebuah tugas bagi orang percaya.

Ketaatan kita kepada Tuhan berkaitan dengan ketaatan kita terhadap otoritas yang ada, dan ketaatan harus dilakukan dengan tulus dan setia (Titus 2:9-10).

Setiap pekerjaan akan menghasilkan upah. Maka segala sesuatu yang kita kerjakan bagi Tuhan juga akan mendatangkan kebaikan dari-Nya (Amsal 16:20). Jika kita mau menjadi orang yang taat, maka Ia akan memberikan berkat-berkat-Nya. Hal yang utama yang diberikan-Nya ialah penyertaan Roh Kudus atas hidup kita supaya kita dapat menjadi orang yang dewasa dan tertib (2 Timotius 1:7). Ia selalu menyertai dan menolong kita di setiap waktu dan dalam segala keadaan.

Di masa Perjanjian Lama, ketika Musa sudah tidak lagi mampu memimpin perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan telah mempersiapkan Yosua sebagai murid/penerusnya, ia tetap memiliki janji penyertaan Tuhan (Ulangan 31:7-8). Janji Allah tersebut masih berlaku hingga saat ini, yaitu untuk kita. Firman Allah tidak akan hilang sampai selama-lamanya jika kita mau taat dan setia kepada-Nya (Yesaya 59:21). Dan orang yang mau menerima Firman Tuhan akan memperoleh kebahagiaan (Ayub 5:17). Jadi apa pun resikonya kita tetap perlu mempertahankan kebenaran (1 Petrus 3:14). Pada akhirnya orang-orang yang bertahan dengan setia dalam Firman Tuhan akan memperoleh mahkota keselamatan dan kehidupan (Mazmur 149:4; Yakobus 1:12).

 

TAMBAHAN (DARI BAPAK GEMBALA):

-    Dalam kekristenan berlaku hukum tabur tuai dan sebab akibat. Ketaatan menghasilkan upah sedangkan ketidaktaatan mengakibatkan hukuman.

-    Seorang budak HARUS taat karena hidupnya sudah dibeli dan dimiliki penuh oleh tuannya, seorang pegawai PERLU taat karena ia memperoleh gaji dari majikannya, seorang anak SEHARUSNYA taat karena ada tanda kelahiran padanya, berbeda dari hubungan antara budak dengan tuannya dan pegawai dengan majikannya. Maka jika kita adalah anak-anak Tuhan, tentunya kita juga seharusnya taat kepada-Nya. Jika kita sudah lahir baru di dalam Kristus, tentunya kita memiliki DNA-nya dan mewarisi sifat-sifat-Nya. Jadi jika Yesus taat kepada Bapa, maka kita pun pasti taat kepada-Nya.

 

 

LINK IBADAH SORE SELENGKAPNYA:

https://www.youtube.com/watch?v=86DbWE-lOsY&t=4708s

 


Post a Comment

0 Comments